Cara Menghitung Kebutuhan Basecourse Jalan Pabrik

Dokumentasi pekerjaan persiapan lahan dengan alat berat oleh ADS; bukan foto pemasangan basecourse

Panduan Volume Material Jalan

Cara Menghitung Kebutuhan Basecourse Jalan Pabrik

Hitung volume lapisan padat dari gambar, lalu konversikan secara terukur ke tonase atau volume lepas untuk pengadaan. Contoh berikut menunjukkan rumus dan titik pemeriksaannya.

Volume padatKonversi pengadaanRekonsiliasi lapangan

Intinya

Mulai dari dimensi lapisan yang akan diterima.

Untuk ruas dengan lebar dan tebal seragam, volume rencana lapis fondasi agregat adalah panjang x lebar x tebal padat. Hasilnya satuan meter kubik dalam kondisi terpasang dan dipadatkan, bukan jumlah meter kubik di bak truk.

Gambar dan survei menentukan batas pekerjaan; spesifikasi proyek menentukan kelas agregat, toleransi, metode uji, serta dasar pengukuran dan pembayaran. Persimpangan, area putar, pelebaran, bahu, dan perubahan elevasi dihitung terpisah agar tidak hilang dari estimasi.

Batas panduan: angka pada contoh di bawah adalah asumsi latihan, bukan hasil uji atau desain jalan milik ADS. Ketebalan lapisan, pilihan material, serta target pemadatan aktual harus mengikuti rancangan dan spesifikasi proyek.

Tiga satuan yang berbeda

Jangan menyamakan m³ padat, m³ lepas, dan ton.

01 / TERPASANG

m³ padat

Volume lapisan sesuai penampang setelah pemadatan. Ini titik awal perhitungan kuantitas pekerjaan.

02 / PENGIRIMAN

m³ lepas

Volume material sebelum dihampar dan dipadatkan. Perbandingannya terhadap volume padat bergantung pada material serta kondisi pengukuran.

03 / PENIMBANGAN

Ton

Massa di tiket timbang. Konversi dari volume padat memerlukan data densitas; berat muatan aktual dipengaruhi kadar air.

Rumus pokok

Cara menghitung volume basecourse

RUAS DENGAN DIMENSI SERAGAMVolume padat (m³) = panjang (m) x lebar (m) x tebal rencana padat (m)

Apabila geometri berubah, pecah jalan menjadi beberapa segmen dan jumlahkan hasil tiap segmen. Untuk geometri tidak beraturan, gunakan penampang hasil survei serta metode pengukuran dalam kontrak. Hitung base dan subbase secara terpisah karena spesifikasi dan ketebalannya bisa berbeda.

Contoh ilustratif

Jalan 300 m x 7 m; tebal base 25 cm

Ubah 25 cm menjadi 0,25 m. Luas ruas seragam = 300 x 7 = 2.100 m². Volume base yang telah dipadatkan = 2.100 x 0,25 = 525 m³ padat.

Bila rencana juga memuat subbase 20 cm pada luasan yang sama, hitung tersendiri: 2.100 x 0,20 = 420 m³ padat subbase. Jangan menggabungkan keduanya sebagai satu jenis material.

Data yang wajib jelas sebelum memesan

  • Panjang dan lebar efektifGambar dan survei lapangan300 m x 7 m
  • Tebal base setelah padatRencana perkerasan0,25 m
  • Volume base terpasangHasil hitung geometri525 m³
  • Volume subbase terpasangJika terdapat lapisan terpisah420 m³

Konversi pengadaan

Berapa material lepas atau ton yang dipesan?

Pilih satuan sesuai penawaran pemasok. Jika menggunakan data massa kering jenis material yang sama, rumusnya: massa kering = volume padat x densitas kering padat; kemudian volume lepas = massa kering / densitas curah kering lepas. Nilai densitas harus berasal dari data yang relevan dengan material dan cara ukur proyek.

Tahap ilustrasiAsumsi / rumusHasil
Volume rencana padat300 m x 7 m x 0,25 m525 m³ padat
Massa kering terpasang525 m³ x 2,10 ton/m³ densitas kering padat hipotetis1.102,5 ton kering
Volume material lepas1.102,5 ton / 1,75 ton/m³ densitas curah kering lepas hipotetis630 m³ lepas
Faktor ilustratif630 / 525; hanya konsekuensi dua asumsi densitas di atas1,20
Catatan penting: 2,10 dan 1,75 ton/m³ di atas adalah angka latihan, bukan nilai baku atau hasil uji material ADS. Tonase kering pada contoh tidak boleh langsung disamakan dengan tonase basah di jembatan timbang. Kadar air, ketelitian alat ukur, segregasi, dan variasi material harus direkonsiliasi menurut dokumen proyek.
Ilustrasi susunan lapisan jalan yang sudah ada pada artikel asli
Ilustrasi susunan lapisan dari artikel asli. Gambar membantu membaca urutan lapisan; ketebalan dan jenis aktual ditetapkan oleh desain masing-masing proyek.
Dokumentasi material tanah dan pengelolaan area proyek gudang ADS
Dokumentasi ADS: konteks penanganan material di proyek gudang. Foto ini tidak mewakili spesifikasi basecourse atau angka pada contoh.

Konteks lapangan

Kuantitas akhir perlu dicocokkan dengan kondisi nyata.

Kesiapan tanah dasar, drainase, elevasi, pelebaran lokal, material yang ditolak, perubahan desain, dan lokasi bongkar memengaruhi kebutuhan serta jadwal pasokan. Periksa dimensi hasil survei dan catatan penerimaan berkala sebelum memesan seluruh volume sekaligus.

Jika truk ditawarkan per rit, kapasitas nominal bak bukan bukti kuantitas. Tentukan apakah penerimaan berdasarkan timbang, ukur muatan, atau volume pekerjaan terpasang sesuai kesepakatan; catat satuannya pada penawaran dan berita acara.

Pengendalian anggaran

Checklist sebelum menyusun RAB dan PO

Gambar penampang dan batas ruas yang disetujui.
Pemisahan kuantitas base dan subbase.
Kelas agregat serta pengujian yang diminta kontrak.
Lebar tambahan, simpang, bahu, dan akses alat.
Data densitas dan kadar air untuk konversi satuan.
Dasar harga: m³ padat, m³ lepas, atau ton.
Ongkos angkut, penanganan, hampar, dan pemadatan.
Tiket timbang / surat jalan serta survei hasil pekerjaan.

Cadangan kuantitas ditetapkan dari risiko proyek yang terukur dan disetujui. Jangan menambahkan persentase susut generik di atas faktor konversi yang sudah memasukkan selisih kondisi lepas dan padat.

Rujukan teknis

Spesifikasi material dan volume yang dapat diaudit

SNI 6388:2015 memuat persyaratan agregat untuk lapis fondasi, lapis fondasi bawah, dan bahu jalan. Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 menjelaskan pekerjaan lapis fondasi agregat, pengujian, serta pengukuran kuantitas terpasang dan diterima. Pada pekerjaan jalan pabrik, versi spesifikasi yang mengikat tetap dokumen kontrak dan desain yang disepakati.

Untuk verifikasi pekerjaan aktual, minta:
  • Gambar dan penampang rencana yang berlaku, beserta survei kondisi awal.
  • Persetujuan sumber material dan hasil uji yang diminta spesifikasi.
  • Catatan hampar, elevasi, kepadatan / kadar air, dan hasil ukur lapangan.
  • Rekap surat jalan, tiket timbang, bahan ditolak, dan perubahan pekerjaan.

Pertanyaan umum

FAQ kebutuhan basecourse

Apakah 525 m³ padat berarti harus memesan 525 m³ material lepas?

Tidak. Volume terpasang dan volume lepas diukur dalam kondisi berbeda. Konversi perlu data densitas atau faktor dari pengukuran material proyek yang sesuai.

Apakah faktor 1,20 berlaku untuk semua jenis basecourse?

Tidak. Angka 1,20 hanya hasil dari asumsi densitas hipotetis pada contoh ini. Gunakan data material dan metode penerimaan proyek untuk menentukan nilai aktual.

Jika pemasok menjual per ton, bagaimana menghitung kebutuhan?

Hitung volume padat sesuai desain, kalikan dengan densitas kering padat yang relevan untuk memperkirakan massa kering, lalu cocokkan basis kadar air dengan tonase saat penimbangan. Pastikan spesifikasi dan satuan harga jelas.

Apakah tebal base 25 cm cukup untuk semua jalan pabrik?

Tidak. Ketebalan harus ditentukan dari desain perkerasan yang mempertimbangkan lalu lintas rencana, kondisi tanah dasar, drainase, jenis lapisan lain, dan kriteria proyek.

Perlu menghitung kebutuhan material jalan akses?

Kirim gambar atau dimensi jalan, penampang, jenis lapisan, lokasi, rencana beban, serta satuan penawaran. Tim ADS dapat meninjau ruang lingkup untuk pembahasan awal.

Lokasi Kantor

PT Abi Darma Sejahtra

Jl. Gintung Kerta RT/RW 08/03, Kec. Klari, Kab. Karawang, Jawa Barat 41371
WhatsApp: +62 817-1742-4243

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Info?

Latest Info!